Kesan Workshop Literasi Digital

Alhamdulillah. Kegiatan Workshop Literasi Digital sudah selesai dan terlaksana dengan lancar. 🙂

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Dalam kegiatan tersebut, ketiga pemateri menyampaikan materinya dengan komplit walau waktu yang diberikan cukup singkat. Namun, rasanya masih kurang cukup untuk ingin mendengar lebih banyak cerita, materi, pengalaman dan ide-ide cemerlang yang di sampaikan oleh pemateri karena keterbatasan waktu. 😁

Dalam sesi pertama yang diisi oleh Bang Yazid Sururi selaku Inisiator JukungHub, kita di perkenalkan dengan Konsep Sekolah yang sesungguhnya karena selama ini masyarakat memiliki paradigma yang keliru dalam berpikir bahwa sekolah hanya untuk menuntut ijazah untuk mencari kerja, kemudian beliau bercerita tentang sisi historis Jukung (Sebuah Teluk yang menjadi persinggahan kapal dagang pada masa perdangan dulu). Jejak peradaban yang lengkap menjadikan Jukung menjadi tempat yang spesial untuk di gali dan beliau juga menyampaikan ada banyak aspek yang menjadikan kawasan ini istimewa. Melalui pengalaman beliau yang sudah puluhan tahun berkeliling daerah dan negara untuk menggali & melakukan research terhadap potensi lokal dan gagasan-gagasan baru membentuk niatnya menjadikan Jukung sebuah Hub yang dapat menghubungkan seluruh lapisan masyarakat hingga memproyeksikan kekayaan alam & budaya yang patut di lestarikan. Tak lepas juga beliau mengajak kita semua untuk ikut terlibat dalam kegiatan2 tersebut karena beliau tahu bahwa ini menjadi kesempatan bagi kawan2 muda dalam pengembangan diri ☺️

Materi yang kedua dari Fouder Sanggar IT yakni Harry Sunaryo yang sudah memperkenalkan tentang Literasi Digital dan Revolus Industri. Sebuah informasi penting yang mengingatkan bahwa kemampuan dalam berinternet dan bermedia sosial itu harus ada karena jangan seterusnya kita di komsumsi oleh Teknologi itu sendiri. Tak lupa juga mengulas perkembangan Industri yang sudah mencapai Industri 4.0 dimana kini dunia industri bergantung dengan Teknologi. Sebuah pesan kuat yang disampaikan di dalam materinya yaitu “Generasi Milineal bila ingin Survive di era ini harus menjaga 3 dasarnya. Attitude, Empathy & Spirit karena ketiga dasar itulah yang membedakan manusia dengan mesin/komputer.”

Materi yang terakhir termasuk materi yang paling asyik. Hehe, banyak bikin ketawa2. Materi yang di sampaikan oleh saudara Faisal Hidayat Bsmsekaligus CEO Agromina.id karena bercerita bagai awal mula ia merintis Startupnya hingga sekarang. Mulai dari kecemasan dan keresahan dengan problem di masyarakat, kemudian idea dan solusi yang di realisasikan hingga tantangan-tantangan yang timbul saat merintis Startupnya membuat audien ikut merasakan pesan kuat untuk berkontribusi yang disampaikan olehnya.

Tak ada gading yang tak retak. Tentu di dalam kegiatan ini juga ada yang kurang ataupun keliru. Untuk itu kedepannya, Sanggar IT selalu butuh support kawan2 semua dalam berbenah agar mampu trus menjadi sebuah Komunitas sekaligus Ruang Sosial yang supportif dan dapat membawa pengaruh positif dan kuat untuk trus berinovasi dalam menyelesaikan problem-problem Bangsa.


Sanggar IT Lombok akan tetap konsisten menjadi wadah bagi kawan2 muda yang ingin belajar, berkarya dan berinovasi. Tidak peduli backgroundnya yang terpenting adalah Kemauan untuk mau bisa dan d barengi dengan Attidude yang baik serta semoga kedepannya akan lahir Startup2 baru selain Agromina.id yang di Inkubasi melalui Sanggar IT guna menjawab problem-problem yang ada di masyarakat dalam bentuk karya nyata. 😊

Salam Kontribusi.

#ChangeContributeCollaborate
#MudaBerkarya

About Harrylicious

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Leave a Reply