Menelaah Potensi Startup Lokal

Selamat siang,
Siang ini penulis terngiang untuk menulis satu dua, tiga, .. banyak paragraf setelah membaca kembali dengan perlahan Buku Mapping dan Database Startup Indonesia 2018 dan rasanya menuntut penulis untuk menyampaikan persepsi, dan pikiran melalui relevansi dari artikel setema yang penulis baca.

Semua yang penulis sampaikan disini adalah pendapat secara subyektif dari apa yang penulis lihat, baca dan pahami. Semua ini juga hanya untuk sharing.

Penulis mulai pengantar dari data yg di sajikan dalam Buku Mapping Database Startup Indonesia 2018. Terdapat total 992 startup Indonesia yang tercatat di dalam database Bekraf 2018. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, tepatnya 2013-2018 tidak kurang 60% startup lahir.

Dari 992 startup ada, lebih dari 35% adalah startup yang bergerak di bidang Ecommerce. Pertumbuhn yang bergerak eksponensial karena pertumbuhan startup per 5 tahun dari 2007 melonjak cepat. Ini menunjukkan dampak perkembangan Era Revolusi Industri yang mendorong ekosistem startup juga bertumbuh.

Ecommerce
Platform marketplace jual beli yang hampir setiap provinsi memilikinya. Perkembangan teknologi informasi, penyebarannya yang cepat menciptakan arah baru perkembangan ekonomi melalui media digital. Dengan adanya media digital merubah cara manusia berinteraksi satu dengan lainnya termasuk dalam berbelanja. Salah satu Startup lokal yang lahir di era ini ialah Agromina.id, sebuah Startup lokal yang bergerak dalam bidang Ecommerce. Merujuk pada Database Bekraf tahun 2018. Agromina saat ini memang belum masuk 35% startup ecommerce yg sudah tercatat di databae. Namun, secara legalitas nampak sudah siap mencatatkan nama juga.

Pertanyaannya: Apakah penting sebuah Startup tercatat?

Relatif, penting atau tidaknya sebuah Startup terdaftar di Bekraf di nilai dari sudut pandang yang di gunakan. Bila, berdasarkan penguatan, legalitas, insentif dan support lainnya dari pemerintah ya tentu penting. Tapi, berdasarkan aktivitas, kegiatan dan aktivitas keseharian startup ya gak penting2 amat. πŸ˜€
So, conclusinya, pengakuan juga penting karrna ada support yg di tawarkan serta penting juga menunjukkan potensi lokal anak muda Lombok. πŸ™‚

Tantangan Startup
Bicara tantangan, berarti membahas potensi masalah yang akan terjadi. Tapi bukankah memang startup harus sudah terbiasa dengan masalah? Startup hadir to solve real problem. Startup juga ya harusnya adaptive & inovatif karena permasalahan bisa semakin komplek dan scalable. πŸ˜„πŸ™

Tidak lama ini, penulis bertemu dengan kawan seangkatan jurusan Teknik Informatika yang dari UII (Universitas Islam Indonesia) dan sharing tentang pemahamannya mengenai Startup. Dia mengambil fokus Perintisan Bisnis: Bidang Studi yang membekali tentang bisnis, metode, solusi, teknologi dan lengkapnya saya lupa. πŸ˜…

Di sini penulis akan menyampaikan apa yang penulis yang belum dapatkan sebelumnya atau sesuatu yang baru dan perlu di bagikan agar banyak yang makin tahu. Sedikit tidak dengan mencari tahu akhirnya penulis paham istilah-istilahnya. Kawan itu memberikan pemahaman tentang tahapan dalam pengembangan Startup based on yang dia dapatkan di kampusnya. Mulai dari Temukan Masalah – Brainstorming (Mengurai masalah, hasilkan ide) – Buat Bisnis Plan / Bisnis Model Kanvas. Penulis tertarik dengan istilah “Bisnis Kanvas“.

Saya kemudian tahu, apakah membuat startup bisa jadi seribet itu? Di dalam Bisnis Kanvas ada 9 komponen yang di uraikan terhadap kasus/permasalahan yang di angkat. Di artikel selanjutnya penulis akan coba urai lengkap mengenai Bisnis Kanvas.

Owalah, onde mande. Akhirnya penulis sekarang semakin paham fungsi dan pentingnya mentor. Sebab, melalui mentor tentunya dapat memberi pemahaman terhadap startup yang di rintisnya, paham pondasi yang harus di bangun dan bagaimana maintaince startup itu nanti.

Lesson Learn dari Startup Lokal
Selama berkegiatan dengan Tim di Startup, penulis memahami banyak hal yang sudah di jalankan di dalamnya, tanpa Bisnis Kanvas itupun Startup akan tetap dapat berjalan: penulis menarik kesimpulan disini. Bisnis kanvas penting untuk yang ingin menjalankan startup yang memiliki orientasi bisnis. Namun bagi Startup yang memiliki ‘kepercayaan diri’ yang kuat dan paham bahwa tujuannya pure untuk mengentaskan masalah di masyarkat maka model bisnis dan sejenisnya tidak menjadi poin penting untuk di uraikan dahulu.

Lebih jauh..

Sambilan mendengar lagu instrumental, penulis melanjutkan lipatan halaman Buku dari Bekraf dan akhirnya membahas kembali mengenai Aspek penunjang dan penghambat perkembangan Startup. Diantaranya:

  1. Market
  2. Inkubator & Akselerator
  3. Talenta
  4. Funding

Urutannya penulis buat menurut pemahaman pribadi berdasarkan prioritas dari setiap indikator di atas.

Dalam kesempatan lain, penulis akan uraikan mengenai indikator-indikator tersebut. Hehe (Nyanyi karena ku selow)
πŸ˜€

Inkubator dan Akselerator

Mengacu kepada judul tulisan ini, potensi startup lokal. Inkubator dan Akselerator, memang memiliki peranan penting sebagai penunjang keberhasilan sebuah Startup. Pertumbuhan startup yang trus melaju namun ketersediaan lembaga/inkubator tidak tersedia menyebabkan banyak startup yang tersedak sebelum sampai tahap ke rilis produk.
Melihat kembali dari 32 startup yang ada di NTB-Bali hanya ada 2 startup murni Lombok yang berlokasi di Mataram. Membaca kondisi ini, mungkin hanya perlu menunggu waktu saja. Mengingat juga pemerataan teknologi yang belum sepenuhnya merata. So, guys, kawan-kawan muda punya waktu dan potensi untuk membangun ekosistemnya di Lombok. πŸ™‚

Akhir kata ..
Banyak pengalaman dan hal baru yang penulis dapatkan selama menjalankan sebuah startup. Tulisan ini sebenarnya lebih menguatkan optimisme pribadi penulis tentang perkembangan startup-startup lokal. Anak muda lokal punya potensi yang besar untuk menciptakan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dan berikan kontribusi terbaik kita untuk kemajuan bangsa.

Change Contribute Collaborate.

About Harrylicious

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Leave a Reply