Menjadi Freelancer Hingga Kerja di Top Coder

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Sore hari di tempat yang selalu memberi kami ruang untuk membicarakan pikiran baru. Di basecamp Sanggar IT Lombok  sebagai ruang curhat yang asyik. Kami sering habiskan waktu bersama hanya untuk bercerita cerita masing-masing dalam sebuah lingkaran kecil dan sore ini menjadi sangat menyenangkan, bukan hanya karena banyak makanan dan minuman yang menemani duduk kami tapi karena ada seorang inisiator muda yang berkunjung ke tempat kami untuk berdiskusi dan merencanakan berkegiatan bersama.

Dia adalah Bang Fathul Ro’yi seorang Freelancer di Top Coder, seorang yang sudah menyelesaikan banyak kontes desain grafis dan merebut banyak juara di Tingkat Internasional. Mendengarkan keberhasilannya tanpa mengulas cerita awal memulai karirnya memang akan terasa menjadi cerita yang pincang dan imajinasipun tidak lengkap dalam membayangkannya.

Awalnya kejebak, namun pilihan orang tua memang tak pernah salah.
Dia bercerita, di mulai dari kuliah karena terjebak pilihan orang tua. Memulai karirnya dari seorang anak muda yang gaptek dengan  komputer, memulai dari nol untuk mengoperasikan komputer karena dasar dan minat yang berbeda melatihnya untuk menjadi pejuang yang tangguh. Dia tidak pernah terpikirkan untuk menjadi seorang desainer seperti sekarang, yang ia pegang selalu, bagaimana agar ia mampu mandiri, tidak merepotkan orang tua lagi untuk biaya sekolah dan mampu memenuhi kebutuhannya setiap hari melalui kerja kerasnya.

Di semester 5, masa-masa bimbang mahasiswa untuk tetap melanjutkan atau tidak bagi yang merasa salah dengan jurusan atau tidak sesuai dengan minatnya. Di masa itu, kesabarannya sangat di uji. Bagaimana ia mendaftar sebagai seorang desainer agar kemampuannya bisa di approve sebuah perusahaan dan mengajaknya bekerja. Di tolak sebanyak 30 kali, sebenarnya cukup memberinya alasan untuk menyerah. Namun, namanya pejuang hebat. Bila tidak berhasil, paling tidak akan menjadi seorang yang memotivasi. Lanjut, dia tetap memantaskan diri agar skill yang di miliki dapat di butuhkan di dunia desainer hingga akhirnya sekarang ia sudah cukup mapan dengan apa yang di gelutinya selama ini.

Berhasil menjadi desainer profesional, hasil kerja keras, usaha dan doa.

Kami mendengarkan dengan baik, sesekali menimpali dengan lelucon agar suasana tak terlalu syahdu yang bisa saja membuat kami menangis dan karena memang kebiasaan kami di Sanggar yang rusuh. Perjalanan yang mengesankan dari seorang pemuda hebat dari Lombok Timur. Kedatangannya kemari bukan hanya meninggalkan pesan yang kuat untuk kami anak muda yang punya masa depan yang panjang untuk di pupuk, ia juga ingin agar kita bersama punya kegiatan-kegiatan inisiatif yang dapat menjadi ruang diskusi kami yang terus berlanjut. Setelah sekian tahun bergabung di Top Coder, dia berinisiatif untuk mengadakan sebuah event untuk memperkenalkan tentang Top Coder ke teman-teman Lombok.  Kami pun berencana dalam waktu dekat ini untuk mengadakan sebuah Workshop tentang Top Coder dan kiat-kiat memenangkan kontes-kontes yang ada di dalamnya.

Sekilas tentang Top Coder.
Berdasarkan apa yang saya lihat melalui website resminya www.topcoder.com/ yaitu sebuah perusahaan dengan komunitas besar yang mempertemukan banyak orang seluruh dunia untuk memecahkan masalah desain grafis, pengembangan aplikasi, dan pengolahan data dengan cara menyenangkan. Karena situs Top Coder ini nantinya anggota akan diberikan tantangan maupun kompetisi yang berhubungan dengan ketiga bidang permasalahan utama yaitu desain grafis, pengembangan aplikasi dan pengolahan data (data science). Di dalam Top Coder terdapat banyak sekali kontestasi yang dapat di ikuti oleh siapapun secara online. Bagi peserta Topcoder yang berhasil memenangkan tantangan maupun kompetisi berhak mendapatkan hadiah berupa uang yang telah disediakan oleh pihak pemberi tantangan. Menyenangkan bukan?

Ada istilah crowdsourcing dengan komunitas desainer, pengembang, ilmuwan data, dan programmer global yang terbuka yang artinya Top Coder membayar anggota masyarakat untuk pekerjaan mereka pada proyek-proyek tersebar dan menjual layanan masyarakat kepada klien korporat, menengah, dan kecil.

Product Speak Harder Than Words
Karya lebih berbicara di banding kata-kata yang gampang di ucapkan dan itu yang sudah di lakukan oleh Bang Oyi (sebutan akrab kami) , melalui cara penyampaiannya yang sederhana dan mudah di mengerti terlihat memang bahwa Bang Oyi seorang yang senang dengan hasil nyata yang dapat membuktikan. Kini, dia sudah menjadi seorang desainer yang handal (menurut kami, walau dianya sendiri nggak ngerasa, hehee) dan banyak tawaran kerja, namun serasa satu sumur sudah sangat cukup memberinya air minum dan mandi setiap hari, dia menolak dan lebih senang dengan pilihan yang di geluti sejak awal yaitu aktif sebagai anggota di Top Coder. For your information, di Lombok Timur sendiri, dia sebagai inisiator gerakan Top Coder dan menjadi anggota yang paling aktif dan banyak mengajak anggota lain untuk tergabung.

Senang bertemu denganmu bang,
Kami di Sanggar IT Lombok, melalui pengalaman dan pemahaman yang kami miliki untuk dapat berbagi dan memberi arti kebersamaan dengan kawan-kawan muda. Sejujurnya, kami memang sangat kesulitan untuk mendapatkan tutor yang tepat untuk berbagi kemampuan desain grafisnya kepada kami. Cukup sulit, bukan hanya karena keberadaannya yang jarang, namun juga kehidupan seorang desainer yang biasanya lebih banyak diam dan menunduk di depan komputer kamarnya di banding nongkrong dan sharing tentang Photo Editor di luar sana. Kalau programming kan, insyaallah ada banyak seminar dan workshop yang sering kami temukan. Nah ini? Kapan lagi ada seorang desainer profesional datang ke basecamp dan ingin berbagi dengan apa yang di ketahuinya bahkan hingga mengajak kolaborasi. 🙂

Terimakasih banyak teman-teman, terimakaih bang Oyi. Hari ini, dari ruang kecil ini bisa saja menjadi awal perjalanan hebat kita semua kedepan. Setiap ilmu baru yang kita dapat memang tidak serta-merta membawa kita menjadi seorang yang inkonsisten. Justru, melalui pengalaman-pengalaman baru, input-input baru akan memberi kita kemampuan tambahan untuk bisa berkarya dan berguna di masyarakat. Dan terakhir, karya lebih membuktikan di banding kata-kata. Product Speak Harder Than Words, kita bisa berbicara bisa membuat dan menjadi apa, bisa berkata kemampuan dan pengalaman bagaimana. Tapi semua kalimat itu akan percuma karena yang di lihat dunia bukan kata-kata, melainkan karya.

Salam Kontribusi.

About Harrylicious

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Leave a Reply