[Memorial] Perkuliahan Kewirtek hingga Grand Launching Day 2020

“Semua ceria dan bahagia saat itu, nampaknya tidak semua mengharapkan juara melainkan nilai A.”

Grand Launching Day bertempat di Grand Meeting Room
 Gedung Rektorat 
 Universitas Hamzanwadi yang berlangsung meriah dan penuh keantusiasan. Bagaimana tidak, semenjak rencana acara penutupan mata kuliah Kewirausahaan Teknologi di lakukan dengan event Grand Launching, semua mahasiswa termasuk saya mengkrutkan dahi. Saya yakin karena semua berpikir belum siap, sebab baru kemarin rasanya untuk belajar analisa market dan kemudian di tuntut kembali untuk belajar analisa keuangan yang dimana sebagian besar latar belakang kami bukan dari latar belakang manajemen dan ekonomi yang mapan sehingga cukup kesulitan ketika harus membahas perhitungan nominal hingga akhirnya diminta menyiapkan segala macam kebutuhan lainnya untuk Grand Launching di pertengahan Februari, situasi yang sedang padatnya juga dengan ujian semester dan laporan praktik. 😀

Sejak awal, saya termasuk salah satu mahasiswa yang sangat antusias dengan mata kuliah ini. Di luar sana, kawan-kawan seangkatan saya yang kuliah di luar daerah berbagi cerita tentang pengalaman mereka mengikuti mata kuliah jurusan informatika dengan pendalaman ke arah Business Development; bagaimana memulai mengembangkan sebuah usaha/bisnis yang berbasis teknologi atau yang populer di sebut sekarang sebagai Startup merupakan idaman anak-anak muda. Rasa iri dan ingin berada di posisi mereka hadir dengan sendirinya, pada fase sekarang ini siapa yang tidak ingin memiliki perusahaan di usia muda? Memiliki usaha dan bisnis yang di jalankan karena hobi dan kampus mau memfasilitasi; sebuah kesempatan untuk di beri pelatihan, pendampingan dalam pengembangan bisnis hingga di support modal bila ide bisnis yang kita tawarkan menarik.

Semester 7, di hampir penghujung masa perkuliah ternyata kami mendapat satu mata kuliah yang mengajarkan berwirausaha di bidang teknik informatika. Wah, what a coincidence? Apa yang saya ingin dapatkan di masa perkuliahan ini akhirnya ternyata akan terkabul. Saya senang sekaligus antusias untuk segera dapat mengikuti perkuliahannya. Pertemuan pertama gagal saya hadiri karena ada kegiatan yang tidak bisa saya tinggal. Sempat saya dengar bahwa yang mengampu mata kuliah ini satu di antara dosen yang sangat tegas dan intoleran pada ketidaksiplinan mahasiswa. Wah, ada perasaan takut kalau saya berbuat salah dan tidak dapat mengikuti perkuliahan ini hingga selesai. Baiklah, saya rasa saya tidak akan tahu kalau belum lihat sendiri. Yap, saya akhirnya takut betulan. 😀

Pertemuan awal, di berikan pengantar dalam memulai sebuah bisnis harus ada persiapan dan analisa setidaknya untuk menjawab bahwa ide bisnis yang akan di kembangkan di butuhkan pasar. Terdapat beberapa tool yang dapat di gunakan salah satunya adalah BMC (Business Model Canvas).

Bisnis model canvas adalah alat representasi visual yang dapat menjelaskan secara komprehensif sebuah proses bisnis. Dengan tools BMC ini, kita dapat memahami sebuah bisnis secara garis besar tanpa harus membuat dokumen bisnis plan panjang lebar.

Sumber : https://karinov.co.id/contoh-bisnis-model-canvas/

Di pertemuan selanjutnya, materi di pertajam dengan belajar bagaimana menemukan calon pelanggan (Customer Discovery) dan kita dapat memanfaatkan tool lainnya untuk mengidentifikasi jenis dan target calon pelanggan yang ingin kita sasar menggunakan Empathy Map Canvas. Sebuah tool yang baru saya kenal.

Materi yang di berikan perkuliahan ini saya bisa katakan sangat lengkap dan runut. Ada 15 sesi produktif materi untuk pembekalan kita dalam menyiapkan, menciptakan, mengembangkan dan meluncurkan sebuah ide bisnis dan setiap sesi punya focus materi yang berbeda. Dari mulai mengenal bisnis, belajar melihat potensi bisnis, analisa ide bisnis, belajar memahami tool pengembangan bisnis, melakukan financial analysis, mengetahui cara mendapatkan modal / funding, bentuk kepemimpinan,  jenis-jenis dan bentuk perusahaan, membuat hak paten dan banyak sekali. Saya tidak ingat semua yang di jelaskan beliau. But overall, I know many things before I start my own business. Bila tak berhalangan, saya akan coba  ulas satu persatu materi dari setiap sesi tersebut. Last but not least. sesi terakhir yang menjadi sesi ke-16, ujung pergulatan dengan mata kuliah yang cukup menekan. Di mata kuliah ini, saya merasakan tekanan terbaik yang pernah saya alami. Hahaa 😀

Tiba acara Grand Launching, semua optimis untuk memperkenalkan ide bisnis mereka. Mahasiswa dari jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi yang terbagi menjadi 15 kelompok sudah menyiapkan semua materi: video, slide dan demo untuk project mereka. Tidak terkecuali saya, sudah sangat sibuk dari beberapa minggu sebelum harinya. Yang terberat adalah menyiapkan platform yang siap di demonstrasikan di hadapan juri dan audience; apapun alasannya aplikasi harus bisa di demokan.

Semua berkumpul padat di ruang Grand Meeting Room
 Gedung Rektorat 
 Universitas Hamzanwadi, terlihat dari lorong suasana sibuk mahasiswa menyiapkan dan merapikan boot mereka masing-masing. Pada acara ini, semua peserta launching di minta membawa atribut project mereka seperti banner, poster, pamflet, stiker, alat peraga bahkan hingga ada yang bawa TV rumahnya. Semua terlihat memaksimalkan kesempatan dengan baik, ada yang membuat baju persatuan hingga menggunakan attribut lokal sesuai konten projectnya.

Berikut daftar 15 kelompok yang mengikuti Grand Launching Day.

Semua kelompok dengan karyanya masing-masing memiliki konsep yang keren-keren. Saya membayangkan bila setiap tahun dapat di agendakan perkuliahan yang menuntut output dalam bentuk karya seperti ini dan ada buku dokumentasi hasil karya mahasiswa maka akan ada banyak mahasiswa yang saat masa kuliahnya sudah dapat memberikan kontribusi nyata yang dapat di manfaatkan. Akan lahir Chief Executive muda di lingkungan kampus, banyak yang menjadi pengusaha dan dampaknya akan lebih terasa bagi kampus dalam mencetak generasi muda yang siap kerja.

And the last, we are all champion

Dari semua karya yang di presentasikan di hadapan juri dan audience, semua memiliki kesempatan untuk di cecar pertanyaan oleh juri. Di setiap presentasi pasti terdapat juri-juri yang cerewet dan duh itu yang membuat pengalaman launching ini sangat memorial. Alhamdulillah, dari ke-15 kelompok yang mengikuti presentasi, kelompok kami terpilih menjadi the best one. Karya yang kami bawakan adalah SPondok, sebuah sistem multi-platform yang di kembangkan untuk pemenuhan kebutuhan wali dan santri. Selebihnya http://spondok.lombokit.com/ dan di urutkan kedua ada Moment sebuah platform yang memudahkan kita saat membutuhkan hasil poto dan video yang berkualitas di moment tertentu serta ada Solah (Solusi Sampah) berbasis mobile hasil garapan dari perusahaan dengan nama Centra Solah yang dengan mudah memberikan anda fasilitas jual sampah menjadi rupiah.

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Terdapat 5 kelompok yang masuk ke dalam top 5 yaitu di antaranya :

  1. Trust Media – Moment
  2. Centra Solah – Solah
  3. Stay Up Late – Cari Bengkel
  4. Smart Media Creative – SPondok (Smart Pondok)
  5. People Succes – Barling

Kelima kelompok terpilih berdasarkan akumulasi penilaian dari beberapa kriteria. Saya rasa akan sangat sulit tugas juri untuk mendapat Top 5. Sebab, ke-15 kelompok punya unique point dari setiap project masing-masing dan semua layak untuk menjadi ide bisnis yang besar. Semua yang mengikuti event Grand Launching Day adalah Champion! Berhasil bertahan hingga akhir pertarungan sebab tidak sedikit juga kelompok yang gugur di tengah jalan. Congratulation guys,  we all have done our best.

Kesan
Untuk Pak Dosen pengampu; saya ingat betul waktu saya keringatan presentasi di depan kelas dan di saat bapak bilang:

Ini berarti kamu meremehkan tugas yang saya berikan. (Saat saya tidak menyelesaikan tugas Grub Whatsapp untuk percobaan mendapatkan transaksi bisnis)

Kata-kata itu tersimpan dan tertinggal di kepala saya sampai sekarang. Tapi saya tidak sedang ingin melakukan klaim dan pembelaan diri. Ketegasan bapak ternyata memang menakutkan. Hehe 😀
Di semester 7 ini, saya bersyukur mendapat mata kuliah ini; seperti yang saya katakan sebelumnya. Saya sangat ingin dan penasaran mendapatkan pembelajaran tentang pengembangan bisnis. Semoga kita bertemu di semester selanjutnya ya pak. Oiya, di akhir sesi pun saya masih takut kalau tidak membuat sesuai yang bapak minta sebab di sesi 16 saya tidak membuat powerpoint dan malah membuat presentasi via web. Namun, hati kecilku berkata. Bila karena berbeda aku di marah, it’s better than I dont satisfied with my effort. Thank you so much Mr. Saya berharap bapak selalu bersedia menjadi mentor bisnis kami di kampus. 😉

Pesan
Tidak banyak yang perlu di sampaikan karena yang saya dan teman-teman dapatkan melebihi ekspetasi kami sebagai mahasiswa. Barangkali beberapa hal yang mungkin bisa di tambahkan sebagai bagian dalam rangkaian perkuliahan Kewirausahaan Teknologi untuk memperlengkap pengalaman kami adalah dengan di beri kesempatan magang dalam waktu singkat atau di perkenalkan dengan sebuah startup bonafit sehingga kami bisa belajar langsung dan memahami situasi & proses yang ada secara real dan harapan saya perkuliahan seperti ini tetap ada bahkan di perbanyak untuk meningkatkan produktivitas kami, juga program-program yang mendorong pengembangan hasil ide bisnis dan pendampingan terhadap hasil karya-karya mahasiswa di perkuliahan ini. 🙂

 

Semoga dapat nilai A.  😀

About Harrylicious

An IT Enthusiast. Founder Sanggar IT Lombok & Agromina.id. System Analyst. Android Programmer. IT Consultant. Writer on Lombokit.com.

Leave a Reply